berikut adalah contoh penulisan skenario drama dengan tema kerajaan.



Pangeran Jendral A Jendral B
Jendral C

Raja
Y Dayang



Dayang Jendral A
Jendral B Jendral C
VISUALISASI





Jendral
D Jendral E Jendral F Raja X
VISUALISASI


Jendral
D Jendral E Jendral F



Pangeran Dayang Jendral C Putri
Jendal C

Pengembara Gadis Penduduk
VISUALISASI


Gadis
Penduduk Adik Gadis
Penduduk Pengembara
VISUALISASI


Pangeran Jendral A Jendral B
VISUALISASI





Raja
X Jendral D Jendral E Jendral
F Gadis Desa Adik Gadis Desa
VISUALISASI


Dayang Anak Jendral Pengembara
SUTRADARA Rama
PEMERAN
RAJA Y [R] : FATAN (Bijak dan Adil)
PANGERAN [P] :
ENGGA (Adil, Cerdas, Kuat,
Ambisius)
JENDRAL A [J]
(A) : PETRA (Emosional, penyayang)
JENDRAL B [J]
(B) : BILQIS (Sedikit tempramen, cerdas)
JENDRAL C [J]
(C) : FAISAL (Bisa diandalkan, Membimbing, Bijak)
DAYANG [D] :
NANA (Penyayang, pengertian,
peduli)
PUTRI
JENDRAL C [AJ]: AYU (Angkuh, penurut)
----------------------------------------------
RAJA X [R] : ALDI (Banyak bicara, sombong, serakah)
JENDRAL D [J]
(D) : AGNES (Centil, licik, Sombong, berisik)
JENDRAL E [J]
(E) : DIMAS (Ceroboh, Kuat, Rakus, Tamak)
JENDRAL F [J]
(F) : SARAH (Tidak banyak bicara, bijak, kuat)
-----------------------------------------------
PENDUDUK [PD] : ZAKIYAH (Penyayang, Berani, Berhati-hati)
ADIK
PENDUDUK [AP] : HANA (Lemah, cengeng, polos)
PENGEMBARA [PEM] :
LEO (Netral)
SCENE 1
Lokasi : Kamar Raja
Tokoh :
Raja – Pangeran – Dayang – Para Jendral
Waktu : Siang Hari sekitar jam 2
Suasana : Sedih / Khawatir
Info :
- Raja berbaring di kasur
- Pangeran masuk keruangan dan langsung ke samping
raja
- Para Jendral di sisi samping lain kasur
- Dayang berada dekat pintu keluar sambil menatap
cemaspangeran
DIALOG
Engg : *Masukkeruangan, pintu di
bukadengankeduatangan
“Ayah!”
*Bergegas menghampiri raja
[SEMUA MATA MEMANDANG PANGERAN]
Fatan : “Ooh…putraku….” (Batuk)
Engg : “Apa ayah baik-baik saja?! Apa ayah perlu sesuatu? Akan kupanggilkan tabib
kemari! Tabib! Tabib!”
Petra : “Pangeran! Tolong dengarkanlah Yang Mulia….”
Engg : (Menundukankepala)
Fatan : (Memegang kepala pangeran)
“Putraku, lihatlah dirimu, kau t’lah menjadi pemuda yang gagah.” (batuk)
“Sudah saatnya eraku ini berakhir,
dan era yang baru akan bangkit….”
Petra : “Yang Mulia! Tolong jangan berkata seperti itu!”
Bilqis : “Hei! Jangan berlaku tidak sopan pada Yang Mulia!”
Fatan : “AHAHAHAHA! Tidak perlu sampai bertengkar.”
Faisal : “Tolong maafkan kearoganan kami ini Yang Mulia….”
Fatan : (batuk) “Kalian ini memang tidak pernah berubah yah. Membuatku ingat akan mo-
men-momen dahulu, hahaha.”
[J] All : “Ahaha….”
Fatan : “Dengar baik-baik putraku. Saat menjadi Raja kelak, haruslah adil dan bijaksana.”
(Batuk)
“Janganlah lupa untuk mendengarkan rakyat… putuskanlah segala sesuatunya de-
ngan matang….”
“Kutitipkan putraku pada kalian.” (Batuk)
[J] All :
“Yang Mulia….
Fatan : (Menarik nafas panjang) "Sambutlah era yang baru!
Gemparkan daratan! Ukir-
kan sejarah! Kejayaan untuk kita
s’lama-lamanya! Haaa....” (Memejamkan mata)
[
SUASANA SEDIH ATAS PERGINYA SANG RAJA]
VISUALISASI
![]() |
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 2
Lokasi : Suatu Ruangan di Kerajaan
Tokoh :
Dayang – Para Jendral Y
Waktu : Sore hari sekitar jam 4
Suasana : Hening - Serius
Info : - Semuanya sedang berdiskusi
- Posisi aga menyebar
- Dayang melihat ke luar jendela
DIALOG
Petra : “Rasanya seperti baru kemarin, diriku mulai mengabdi pada Yang Mulia....”
(Menonggakan wajah)
Bilqis : “Tidak
ada yang bisa melawan roda takdir.”
Petra : “Ya, ya,
aku tahu itu. Haaaaah....” (menghela nafas)
Faisal :
“Bagaimana kondisi pangeran?”
Bilqis :
“Sepertinya pangeran masih terpuruk.”
Petra : “Pangeran
masih terlalu muda untuk memikul beban kerajaan ini. Kuharap dia
tidak apa-apa.”
Faisal : “Karena
itulah, Yang Mulia menitipkannya pada kita. Agar dapat membuatnya
kuat
memikul tanggung jawab besar itu.”
Bilqis : “Nana”
Nana : “Ah-yah,
maaf, ada apa tuan?”
Bilqis : “Tolong
bantu semangati pangeran juga. Agar dia tidak merasa sendirian.”
Petra : “Lagipula
kau sudah bersama dengannya sejak kecil, jadi kau lebih mengenalnya
dari pada kami.”
Nana : “Tentu,
tanpa diperintahkan pun aku akan melakukannya.” (mengangguk)
“Aku tidak ingin melihatnya berlarut dalam
kesedihan terlalu lama.”
“Karena, kebahagiaan pangeran adalah
kebahagiaan kerajaan!”
Petra : “Ahahaha,
itu baru namanya semangat! ”
Bilqis : “Kami
mengandalkan mu yah.”
Nana : “Tentu!”
(mengangguk)
“Kalau begitu aku pamit undur diri, untuk
menyiapkan makan malam.”
(sedikit membungkuk – lanjut jalan ke pintu)
Faisal : “Oh, apa menu untuk
malam ini?”
Nana : (membalikan badan
sebagian)
“Tentu saja makanan kesukaan pangeran.”
(Senyum) (Lanjut keluar)
[J] A&B : “Pfffft ahahaha.”
(langsung ketawa setelah dialog dayang)
[JEDA HENING SEBENTAR SETELAH DAYANG
TUTUP PINTU]
Faisal : “Kita harus
mempersiapkan pangeran untuk berperang.”
Petra : “Kerajaan X yah.”
Bilqis : “Pasti mereka akan
memanfaatkan situasi ini untuk menyerang.”
Faisal : “Karena itulah, kita
harus mempersiapkan diri.”
Petra : “Kalau begitu mari
kita berjuang.” (Sambil menengok kedua rekannya)
[J] B&C : (Mengangguk bersamaan)
VISUALISASI
![]() |
------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 3
Lokasi : Suatu Ruangan di Kerajaan X
Tokoh :
Raja X – Para Jendral X
Waktu : Malam sekitar jam 8
Suasana : Hening
Info : - Salah satu Jendral datang
- Jendral yang lain posisinya bersebelahan
- Raja X melihat ke jendela / membelakangi
intinya
DIALOG
Agnes : *Masuk
membuka pintu dengan bergegas*
“Baginda Raja!”
*Langsung bertekuk lutut dengan satu kaki*
Aldi : “Apa
kau membawa kabar baik?” (Masih memb’lakangi)
Agnes : “Ya, seminggu yang lalu
Raja Fatan dari kerajaan Y telah wafat.”
(Setelah dialog beres, mengangkat kepala)
Aldi : (Balik
badan) “Ahaha ini sungguh kabar yang indah! Kita harus merayakannya!”
“Kalian, bantu untuk persiapan pesta
mengerti.”
Aldi : “Siap
Baginda Raja!” (Jendral E langsung ikut bertekuk lutut dengan satu kaki)
Sarah : “Baginda
Raja... Jika tidak keberatan, izinkan saya untuk tidak ikut.”
Aldi :
“Mengapa? Lebih baik kau mengikutinya.”
Sarah : “Maaf,
tidak Baginda. Ini kesempatan emas untuk menundukan Kerajaan Y.
Jadi, izinkan saya untuk mempersiapkan untuk
perang nanti Baginda.”
Aldi :
“Hmmmm, ide bagus. Baiklah, kuserahkan hal itu padamu.”
“Kalau begitu kalian semua silahkan keluar.”
[J] ALL : “Baik Baginda.”
(Bertekuk lutut semua lalu langsung keluar)
Aldi : “Ahaha
kira-kira pesta seperti apa yang cocok untuk merayakan hal ini.”
(Bicara sendiri selagi para jendral berjalan
keluar)
VISUALISASI![]() |
|||||||||||||
|
|||||||||||||
---------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 4
Lokasi : Lorong Kerajaan X
Tokoh :
Para Jendral X
Waktu : Malam hari sekitar jam 9
Suasana : Serius
Info : - Sedang berjalan menuju lokasi lain
* Jalan ditempat adegannya jadi seolah
berjalan di lorong
DIALOG
Dimas : “Kau
yakin tak mau mengikuti pesta nanti?”
Sarah : “Yaaa, ini kesempatan
yang tidak datang dua kali.”
Agnes : “Benar, ini sungguh
kesempatan yang menguntungkan.”
Dimas : “Itu artinya, pangeran
muda itu telah naik tahta.”
Agnes : “Begitulah, lagipula
dia keturunan satu-satunya.”
Sarah : “Raja dan Ratu mereka
telah tiada, sekarang mereka hanya dipimpin oleh
Pangeran yang tak lebih dari seorang
anak-anak.”
Dimas : “Ahaha sungguh nasib
yang malang bagi kerajaan itu.”
Agnes : “Meski begitu, kita tak
bisa meremehkan mereka.”
Dimas : “Oooh, ayolah, dia
masih belum memiliki pengalaman sama sekali.”
Sarah : “Yaaa memang dia masih
tak memiliki pengalaman, tapi....”
Agnes : “Jendral mereka.”
Dimas : “Aaaah, benar juga.
Para jendral menyusahkan itu masih hidup.”
Agnes : “Yaaa, kami
mengandalkan mu untuk persiapan perang.”
Dimas : “Usai pesta kami akan
menyusul.”
Sarah : “Kutunggu kehadiran
kalian kalau begitu.”
[Berpisah D&E ke kiri – F ke kanan]
VISUALISASI
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 5
Lokasi : Taman Kerajaan
Tokoh :
Pangeran – Jendral C – Anak Jendral C – Dayang
Waktu : Siang jam sekitar jam 11
Suasana : Semangat
Info : - Berlatih Pedang
- Anak Jendral hanya mengamati awalnya
- Dayang datang setelah dialog
DIALOG
[Pangeran latihan menyerang sambil bersuara sesekali – sementara jendral C hanya menangkis]
Faisal : “Pusatkan
kekuatan pada lengan.”
“Genggam dengan kuat.”
“Selalu prediksi gerak-gerik musuhmu.”
[Pangeran
kalah oleh Jendral]
Ayu : “Jadi, hanya sampai disitu
kekuatan pemimpin kerajaan kita.”
Engg : (ngos-ngosan) “Jangan menganggap
remeh diriku.”
Ayu : “Baiklah, aku menantangmu sekarang
juga.”
Faisal : “Aaah, itu ide yang bagus.”
Engg : “Majulah!” (Kuda-kuda)
Ayu : “Jangan merengek bila kalah yah.”
(kuda-kuda)
[Saling
mengitari – Mulai berlatih – Pangeran kalah dan terjatuh]
Ayu : “Hmmh! Memang hanya sampai disana
kekuatanmu!”
Engg : “Ugggggggh!”
Ayu : (Mengarahkan senjata pada
pangeran)
“Aku akan menantangmu setiap hari, di tempat
dan waktu yang sama.”
“Sebaiknya kau tidak takut dan kabur.”
(berbalik dan tertawa)
Faisal : “Hahaha, tolong maafkan putriku
Pangeran. Tapi, dia bermaksud baik.”
Engg : “Putri dari ahli pedang memang
berbeda, haha.” (Kemudian berdiri)
Faisal : “Kalau begitu, latihan hari ini cukup
sampai disini.”
Engg : “Terima kasih.”
Faisal : “Berlatihlah dengan giat.” (Sambil
mengelus kepala dan tersenyum)
[Jendral
dan Anak keluar – Pangeran duduk di sekitar – Jeda beberapa waktu – Dayang
datang]
Nana : “Siang pangeran.”
Engg : “Oooh, siang Na.”
Nana : “Ini, aku membawakan minum untuk
mu.” (Menyodorkan gelas)
Engg : “Huwoooo!” (langsung minum, kepala
hadap depan) “Aaaaargh…”
“Rasanya aku kembali hidup.”
Nana : “Pffffft ahaha, bagaimana air
pegunungan murninya?”
Engg : “Mmmmmm rasanya… menakjubkan.” (Ala-ala
juri masakan)
Nana : “Ahahahaha.” (terbahak-bahak)
Engg : “Kau benar-benar datang disaat yang
tepat.”
Nana : “Kalau begitu, aku akan selalu
datang setelah Pangeran selesai berlatih.”
Engg : “Janji looooh.”
Nana : “Mmmm, tentu.”
VISUALISASI
---------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 6
Lokasi : Suatu jalan pemukiman Kerajaan X
Tokoh : Gadis Penduduk – Pengembara
Waktu : Siang sekitar jam 11
Suasana : Tenang
Info : - Gadis penduduk pulang dari
suatu tempat – Beremu pengembara yang lelah
DIALOG
[Datang
Pengembara sempoyongan lalu duduk]
Leo : (kelelahan)
“Uuuuuhhhh…”
[Jeda beberapa waktu, datang seorang gadis]
Zakiyah : “Mmmmm, apa tuan
baik-baik saja?”
Leo : “Ooooh… siang nona…
diriku hanya kelelahan saja. Apakah nona membawa mi-
numan? Jika ya, bolehkah aku memintanya?”
Zakiyah : “Sayang sekali aku
tidak membawa minuman. Bagaimana jika beristirahat di rumah
ku? Akan kuberikan kau minuman.”
Leo : “E-e-e-eeeh?!
Sungguh?!
Zakiyah : “Tentu, lagi pula
sepertinya kau bukan orang sini.”
Leo : “Apa nona
benar-benar yakin? Kar’na aku adalah orang asing.”
Zakiyah : “Tidak ada salahnya
membantu seseorang bukan?”
Leo : “Waaaaaa! T’rima
kasih atas kemurahan hati nona.”
Zakiyah : “Ohohoho. Kalau
begitu mari kita pergi.”
Leo : “Um!”
VISUALISASI
---------------------------------------------------------------------------
SCENE 7
Lokasi : Rumah Penduduk X
Tokoh : Gadis Penduduk – Pengembara –
Adik Gadis Penduduk
Waktu : Siang jam sekitar jam 1
Suasana : Ceria
Info : - Gadis Penduduk dan Pengembara
sampai – Adik menyapa Kakak
DIALOG
[Gadis penduduk di depan lebih masuk]
Zakiyah : “Kakak pulang!”
[Jeda dikit banget – Adiknya dari exit kanan langsung muncul]
Hana : “Kakaaaaaaaaaak!”
(mengampiri kakak)
Zakiyah : “Wah-wah, semangat
sekali adikku ini.”
Hana : “Ihihihihi.”
[Adik memandangi pengembara – Hening sebentar]
Hana : “Mmmmm siapakah
orang itu ka?” (bersembunyi dibalik sang kakak)
Zakiyah : “Ooh, ya. Dia seorang
pengembara, dia akan beristirahat sebentar di sini. Te-
mani dia sebentar yah.”
Hana : “Ummmm.”
(menganggukan kepala)
Zakiyah : “Silahkan duduk tuan,
aku akan mengambil minum.”
Leo : “Aaah… yah… baik.”
[Kakak pergi ke exit kanan – Adik dan pengembara saling tatap – Hening
sebentar]
Hana : “Tuan-tuan dari mana
tuan berasal?” (bersemangat dan penasaran)
Leo : “Ooo, kau sungguh
bersemangat sekali nona muda. Bagaimana kalau kau coba
menebaknya?”
Hana : “Hmhmhm aku ini
hebat loh, kupikir sebentar, hmmmmm….” (sombong)
Hana : “Pasti dari kerajaan
Z, yang ada di sebrang lautan!”
Leo : “Buuuuuuuu,
jawabanmu salah.”
Hana : “Eeeeee?!”
Leo : “Tapi dirimu hebat
bisa mengetahui kerajaan Z yang jauh sekali dari sini.”
Hana : “Tentu! Aku ini kan
rajin membaca! (sombong)
Leo : “Ahahahaha.”
Hana : “Kalau yang terdekat
dari sini kerajaan Y.”
Leo : “Hoooo, mungkin aku
akan mengunjunginya nanti.”
Hana : “Kalau begitu,
biarkan aku yang memberi tahu jalannya!” (sombong)
Leo : “Tolong yah~”
[ Kakaknya datang membawa minum]
Zakiyah : “Ayo diminum.”
Leo : “Huwaaaa t’rima
kasih.”
Hana : “Kalau begitu dari
mana asal tuan?”
Zakiyah : “Dia berasal dari
kerajaan R.”
Hana : “Di mana itu?”
Zakiyah : “Kakak juga tidak
tahu, tapi katanya sangaaaat jauh.”
Leo : “Yap itulah asalku,
dikelilingi oleh padang rumput.”
Hana : “Lalu mengapa tuan
datang ke sini?”
Zakiyah : “Karena dia seorang
pengembara, seorang pengembara berkelana ke manapun.”
Leo : “Hmmm mungkin nona
mud, kelak ingin menjadi pengembara sepertiku?”
Hana : “Tidak! Aku akan
menjadi seperti kakak!”
[PD&PEM] : “Hmmm?! Ahahahaha.”
VISUALISASI![]() |
||||||||||||||||
----------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 7
Lokasi : Suatu Ruangan di Kerajaan Y
Tokoh : Jendral B – Jendral C – Pangeran
Waktu : Siang sekitar jam 11
Suasana : Ricuh
Info : - Pangeran sedang belajar
taktik perang
- Jendral B mengajar
- Kemudian Jendral C datang
DIALOG
[Pangeran
mendengarkan apa yang Jendral B ucakpan]
Bilqis : “Dalam beperang, strategi yang tadi kita
bahas juga bisa efektif.”
“Tapi tentu, setiap situasi yang berubah sedikiiit saja.”
“Taktikpun bisa langsung berubah.”
“Terkadang, kita bisa saja tidak sesuai dengan taktik yang
direncanakan.”
[Petra langsung
masuk]
Petra : “Pangeraaaaaan~”
Bilqis : “Hei! Jangan masuk seenaknya!”
Petra : “Oooh ayolah, waktumu itu sudah habis.”
Bilqis : “Lalu apa-apaan panggilan seperti itu?”
Petra : “Tidak apa-apa kok! Lagi pula Pangeran
mengizinkannya saat latihan sebelumnya.”
Bilqis : “Itu tetap tidak sopan kau tahu.”
Petra : “Oho, bilang saja kau iri bukan? Kalau aku
dan Pangeran lebih akrab.”
Bilqis : “Hah?!”
Engg : “Sudah-sudah kali berdua.”
Bilqis : “Tidak bisa Pangeran. Lagi pula
pembelajaran strategi ini penting, jadi dia tidak bisa
menerobos masuk seenaknya.”
Petra : “Sudah ku bilang kalau waktu mu sudah
habis, lagi pula berkuda tidak kalah penting!”
Bilqis : “Berkuda bisa kapan saja!”
Petra : “Pangeran juga perlu udara segar!”
Bilqis : “Perang sebentar lagi akan dimulai! Jadi
strategi lebih utama!”
Petra : “Nnnnnnn! Pangeran, pasti ingin latihan
berkuda sekarang kan?” (lihat Pangeran)
Engg : “E-eeh?!”
Bilqis : “Tidak! Pangeran, masih ingin mempelajari
strategi ini bukan?”
Engg : “Mmmmm….”
Petra : “Berkuda!”
Bilqis : “Strategi!”
[Pangeran
langsung lari meninggalkan ruangan]
[J] A&B : “Aaaaah!! Dia kabur! Pangeran
tunggu!.”
[Jendral A
& B menyusul mengejar pangeran]
VISUALISASI
--------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 7
Lokasi : Suatu jalan di kerajaan X
Tokoh : Raja X – Jendral X – Gadis
Penduduk dan Adiknya
Waktu : Pagi sekitar jam 7
Suasana : Tegang
Info : - Gadis penduduk dan adiknya
hendak ke suatu tempat
- Raja X dan jendralnya akan pergi
berperang
- Keduanya datang dari arah berlawanan
DIALOG
[Sang adik
berjalan terbalik sambil berbincang dengan sang kakak – menabrak jendral]
Dimas : “Hei! Perhatikan jalanmu itu.” (Tatapan
dingin)
Hana : “U-uh, maaf tuan….” (Posisi masih di
tanah)
[Kakak
langsung menghampiri sang adik]
Zakiyah:
“Ma-maaf atas kesalahan kami.”
Dimas : “Yaaa, sekarang cepat minggir. Karena
Baginda Raja akan lewat.”
Zakiyah: “Aa-aah
yah, sekali lagi maafkan kami Baginda Raja….”
Dimas : “Tolong lebih berhati-hati nantinya.”
[Kakak dan
adik langsung menyingkir]
Aldi : “Jaga diri kalian baik-baik mengerti.”
Zakiyah:
“Baik Baginda Raja.” (Sambil menunduk)
[Jendral D
datang dari arah gadis desa]
Agnes : “Lapor Baginda Raja, semua persiapan perang
telah ada di garis depan. Kita siap
berperang.” (Sambil menunduk hormat, lalu berdiri lagi)
Sarah : “Bagaimana dengan lawan?”
Agnes : “Pasukan lawanpun telah berada di posisi
mereka.”
Agnes : “Sebaiknya kita segera bergegas Baginda
Raja.”
[Mereka
pergi ke exit kiri, sesaat hampir keluar Jendral F berkata pada Gadis Desa]
Sarah : “Tolong beritahu seluruh penduduk untuk
mencari tempat yang aman.”
Zakiyah:
“Ah… yah tentu tuan!”
[Jendral F
pergi, hening sebentar]
Hana : “Perang itu sesuatu yang buruk kan Kak…?”
Zakiyah:
“Mmm… begitulah…”
Hana : “Apa kita akan baik-baik saja kak?”
Zakiyah:
“Mmmm, tentu saja.”
Hana : “Aku takut…” (Memeluk sang kakak)
Zakiyah: “Sudah,
jangan khawatir. Kakak bersamamu.”
Hana : “Jangan tinggalkan aku yah kak…”
Zakiyah:
“Ia, kakak tidak akan meninggalkan mu.”
Hana : “Janji?”
Zakiyah:
“Janji!”
Hana : “Sudah janji yah!”
Zakiyah:
“Kalau begitu, ayo kita laksanakan perintah tadi. Mungkin memang ada yang tidak
mengetahui perang sedang berlangsung.”
Hana : “Ummm! Kita kabarkan pada semua orang!”
(tersenyum bersemangat)
Zakiyah:
“Nah, itu baru semangat!”
Hana : “Ehehehe. Ayo selamatkan semua orang!”
[Kemudian
mereka melanjutkan perjalanan, sang adik di depan]
VISUALISASI![]() |
|||||||||||||||||
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 8
Lokasi : Taman kerajaan Y (luar)
Tokoh : Anak Jendral – Dayang – Pengembara
Waktu : Pagi jam 10
Suasana : Khawatir
Info : - Anak Jendral C dan Dayang
khawatir, serta ingin menyusul
- Pengembara datang
DIALOG
Ayu : “Uggggh, kenapa mereka semua pergi tanpa
sepengetahuanku!” (mondar-mandir)
Nana : (Hanya termenung)
Ayu : “Padahal, kemampuan berpedangku tidak
buruk! Aku kan bisa membantu!”
Nana : “Kita tidak bisa membantu apapun….”
Ayu : “Tidak! Pasti kita bisa melakukan
sesuatu!”
Nana : “Bagaimana… kalau sebaiknya menyusul
saja?”
Ayu : “Hmmh?!”
Nana : “Dari pada kita khawatir seperti ini,
sebaiknya kita menyusul. Tentunya, kita cari temp-
pat yang aman.”
Ayu : “Mmmm yah tidak terlalu buruk,
sepertinya akan ku lakukan. Tapi, kau tetap di sini!”
Nana : “Eh?!”
Ayu : “Karn’a bagaimana pun juga tidak ada
tempat aman di medan perang. Kau pun tak bi-
sa menggunakan pedang.”
Nana : “Tapi…”
Ayu : “Tidak ada kata tapi! Tetap di sini dan
jagalah kerajaan! Aku akan menyusul mereka.”
[Anak
Jendral pergi - Hening]
Nana : “Andai aku bisa menggunakan pedang….”
[Suara
Gitar]
Nana : “Hmmmm…?”
[Alunan
syair / lagu]
Nana : “Siapa kau…?”
Leo : “Oh, aku hanya pengembara. Sebaiknya
nona jangan berputus asa.”
Nana : “Kau mendengarkan pembicaraan tadi kan?”
Leo : “Ya, begitulah.”
Nana : “Kenapa harus terjadi perang?”
Leo : “Kar’na manusia memiliki pandangan yang
berbeda-beda.”
Nana : “Kenapa tidak mengambil jalur tengah
saja?”
Leo : “Itu bukanlah suatu yang mudah nona.”
Nana : “Jadi… haruskah berperang?”
Leo : “Ada suatu hal yang bisa dihindari, ada
juga yang tidak. Mungkin memang begitulah
takdir yang harus berjalan. Terkadang, roda takdir tak bisa kita ubah….”
Nana : “Oooh… aku hanya ingin membantu….”
Leo : “Ada yang bisa kau lakukan nona.”
Nana : “Mmm?”
Leo : (Menghampiri) “Tunggu dan berdoa untuk
mereka, lalu sambut mereka dengan suka
cita saat mereka kembali.” (pergi)
[Dayang
hanya terdiam dan memandang langit]
VISUALISASI
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 9
[Setting]
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Jendral A – Jendral F
Waktu : Siang jam 1
Suasana : Tegang
Info : - Pertempuran berlangsung
[Duel satu lawan satu – Hingga Jendral A terjatuh dan
pedangnya terlepas dari tangan]
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 10
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Raja Y – Jendral A
Waktu : Siang jam 1
Suasana : Tegang
Info : - Ingatan masa lalu
Petra : “Uuwaaaa.”
Fatan : “Hahaha.”
Petra : “Aku
memang tidak tidak pantas untuk menjadi jendral....” (terengah-engah)
Gatan : “Hmmmmmm.”
Petra :
(termenung)
Fatan : “Apa kau
meragukan keputusanku?”
Petra : (diam)
Fatan : “Mungkin
keputusanku membebani mu, tapi...”
“Aku mempercayaimu.”
“Hal terpenting adalah bagaimana tekad dan perjuangan dalam
mencapainya.”
“Apapun hasilnya kelak, aku akan tetap senang.”
“Karena, kau telah berusaha mencobanya.”
Petra :
“Baginda....”
Fatan : “Jadi,
kugantungkan harapanku ini padamu.”
SCENE 11
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Jendral F – Jendral A
Waktu : Siang jam 1
Suasana : Tegang
Info : - Duel
Petra : “Aku...
tidak boleh berakhir di sini....”
“Ya....”
“Aku... adalah Jendral Kerajaan Y!
(Langsung ambil pedang dan menyerang kembali sambil
bersuara)
Sarah : “Hmmmh,
jadi kau masih punya semangat.”
Petra : “Demi
mewujudkan harapan diriNya!”
Sarah : “Bagus,
kalau begitu kita akhiri ini semua.”
(Masih bertempur beberapa lama)
Sarah : “Terima kasih
atas pertempuran ini.”
(Posisi nya Jendral A tertusuk pedang namun belum jatuh –
kemudian Jendral F mencabut pedangnya dan berlalu)
Petra : “Semuanya...
berjuanglah....” (terjatuh perlahan)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 12
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Jendral B – Jendral D
Waktu : Siang jam 2
Suasana : Tegang
Info : - Duel
(Bertempur beberapa lama – lalu saling memutari)
Agnes : “Waaah,
kuat juga dirimu.”
Bilqis : (Diam
tidak menjawab)
Agnes : “Apakah
kerajaan Y semua Jendralnya seperti dirimu?”
(bertempur beberapa lama – kembali saling memutari)
Agnes : “Hmmmh! Tidak
mau menjawab yah.”
Bilqis : “Aku tak
perlu menjawabnya.”
Agnes : “Baiklah
kalau begitu, akan ku buat dirimu malu.”
(Bertempur lagi – Namun Jendral D melemparkan debu ke
mata Jendral B dan menebasnya – Jendral B terluka cukup parah - Kembali saling
memutar)
Bilqis : “Ciiiih.”
(Mengucek dan mengedip-ngedipkan mata)
Agnes : “Aaaaah
tadi itu hampir saja. Kali ini semua akan berakhir!”
(Jendral D langsung menyerang Jendral B yang masih diam –
Namun Jendral B berhasil mengalahkan Jendral D)
Agnes :
“Ugggghhhh... aku telah gagal.” (langsung ambruk)
(Jendral B terengah-engah dan melanjutkan ke tempat lain)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 13
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Jendral E – Jendral C – Anak Jendral
Waktu : Siang jam 3
Suasana : Tegang
Info : - Duel
(Bertempur beberapa lama – kemudian mulai berbicara)
Dimas : “Hehe jika
aku berhasil mengalahkanmu. Aku akan mendapat hadiah besar.”
Faisal : “Ahaha,
begitu yah.”
(Kembali saling bertempur – Jendral C kemudian terpukul
mundur dan hampir tertebas – Tapi langsung ditangkis oleh anaknya – Jendral F
langsung mundur beberapa langkah)
Faisal : “Apa yang
kau lakukan di sini!”
Ayu : “Maaf
saja, tapi aku tidak akan membiarkanmu membunuhya!”
Faisal : “Memang,
anak yang keras kepala. Maaf atas kelancangannya.”
Dimas : “Tidak apa.
Ini akan semakin menarik jika kalian berdua menyerang.”
Ayu : “Baiklah
sesuai permintaanmu!”
(Anak Jendral langsung menyerang duluan – Disusul Jendral
C – Pertempuran terus berlanjut – Anak Jendral hampir tertusuk tapi Jendral C
melindungi sehingga gugur)
Ayu : “Ayah!”
Faisal : “Ayah
senang... dapat melihatmu di saat-saat terakhir....” (tewas)
Ayu :
(Menundukan kepala)
(Hening sejenak – Kemudian pertempuran kembali berlanjut)
Dimas : “Dirimu
memang putri sekaligus kesatria yang hebat.”
(Masih terus bertempur lalu pedang Anak Jendral terpental
– Anak Jendral langsung tertebas)
Dimas : “Nah
sekarang, ke pertempuran yang selanjutnya.” (Meninggalkan pertempuran)
Ayu :
(Menghampiri jasad sang Ayah – Gugur di sebelahnya)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
SCENE 14
Lokasi : Lokasi Perang
Tokoh : Raja X – Pangeran – Jendral F – Jendral E – Jendral B
Waktu : Siang jam 5
Suasana : Tegang
Info : - Duel
Aldi :
“Akhirnya kita bertemu di sini. Lebih baik kau menyerah.”
Engg : “Kau sudah
tahu jawabannya sendiri.”
Aldi : “Kau
tidak akan sanggup mengurus sebuah kerajaan. Kau hanyalah anak-anak.”
“Beristirahatlah dengan tenang di tempat
ini.”
(Mulai bertempur beberapa lama – Kemudian Jendral E &
F datang membantu Raja X)
Sarah : “Lewati
kami terlebih dahulu.”
(Jendral E&F menyerang Pangeran – Saat Pangeran
hampir tertebas Jendral B datang menangkis)
(Hening sesaat saling mengambil posisi – Pertempuran
kembali berlanjut - Raja X hanya
mengintai di belakang)
(Jendral B berhasil mengalahkan Jendral D)
(Raja X kemudian ikut bertempur membantu Jendral F)
(Pertempuran berlanjut – Jendral F di kalahkan Pangeran)
(Raja X berhasil melukai Jendral B – Jendral B tepental)
( Raja X melawan Pangeran – Pangeran hampir kalah – Dari
belakang Jendral B mengalahkan Raja X)
SCENE 15
Lokasi : Alun-alun Kerajaan X
Tokoh : Pangeran – Penduduk – Jendral B –
Adik Penduduk
Waktu : Sore jam 6
Suasana : (?)
Info : Pangeran memasuki wilayah kerajaan X
(Semua penduduk berkumpul memandang Pangeran dan Jendral
B dengan siaga)
Engg : “Kalian
tidak perlu takut!”
Bilqis : “Mulai sekarang
Pangeran kami akan memimpin tempat ini!”
(Hening)
Zakiyah : “Apa Kami bisa mempercayaimu?”
(Sambil ragu)
Engg : “Ya, percayalah padaku!”
“Akan ku ciptakan keadilan dan kenyamanan di setiap sudut tempat ini!”
“Kalian bisa menggantungkan harapan kalian padaku!”
(Semua
takjub)
[AD] : “Hidup Pangeran!”
Zakiyah : “Hidup Pangeran!”





Komentar
Posting Komentar